Berita Industri
Rumah / Berita / Berita Industri / Tindakan Pencegahan untuk Mengangkat Sling dan Peralatan.
Buletin

Kekuatan sambungan tali kawat tidak boleh kurang dari 80% kekuatan putusnya. Saat menggunakan klip tali kawat, pilih spesifikasi dan kuantitas klip sesuai dengan diameter tali kawat. Pelat dasar klip harus berada di ujung tali yang hidup (panjang). Bila menggunakan sambungan sambungan, panjang sambungan tidak boleh kurang dari 15 kali diameter tali dan tidak kurang dari 300 mm.

Tindakan Pencegahan Keselamatan dalam Menggunakan Sling dan Peralatan Pengangkat:

I. Mengangkat dan Mengangkat Tali Kawat:
1. Saat menghitung beban yang diijinkan untuk tali kawat, pilih faktor keamanan yang sesuai dari tabel di bawah berdasarkan penerapan spesifiknya.
2. Kekuatan sambungan tali kawat tidak boleh kurang dari 80% dari gaya putusnya. Saat menggunakan klip tali kawat, pilih spesifikasi dan kuantitas klip sesuai dengan diameter tali kawat. Pelat dasar klip harus berada di ujung tali yang hidup (panjang). Bila menggunakan sambungan sambungan, panjang sambungan tidak boleh kurang dari 15 kali diameter tali dan tidak kurang dari 300 mm.
3. Jika tali kawat menunjukkan tanda-tanda keausan atau kabel putus, kurangi beban yang diberikan. Segera ganti dengan tali kawat yang memenuhi syarat setelah kabel yang aus atau putus mencapai kriteria pembuangan.
4. Sling harus dibuat dengan tepat berdasarkan berat, panjang, dan titik angkat beban. Selama pengoperasian, sudut horizontal antara kaki gendongan idealnya harus antara 45° dan 60°, dan tidak boleh kurang dari 30°.
5. Peralatan pengangkat (misalnya balok penyebar) harus dirancang dan diproduksi dengan kekuatan dan kekakuan yang cukup, ditentukan oleh berat beban, bentuk, titik pengangkatan, dan metode. Peranti harus memastikan distribusi beban yang baik dan gaya yang merata pada sling.
6. Gunakan pengait dengan benar. Jangan sekali-kali menggunakan kait las atau kait besi beton. Pengait harus dibuang jika keausan pada titik kontak tali melebihi 10% dari tinggi aslinya.
7. Pilih katrol (berkas gandum) sesuai dengan diameter tali kawat dan tugasnya. Perbandingan diameter katrol dengan diameter tali kawat tidak boleh kurang dari 15.

II. Jack:
1. Alas dongkrak harus diletakkan pada permukaan yang rata, dengan bantalan kayu di bawah alas dan titik kontak beban.
2. Jangan melebihi kapasitas beban terukur. Ketinggian pengangkatan tidak boleh melebihi garis yang ditandai pada ram atau 3/4 dari total tinggi ram.
3. Selama mengangkat, gunakan balok kayu untuk mengamankan beban saat diangkat. Mencegah dongkrak miring atau ram tiba-tiba terjatuh akibat pelepasan tekanan.
4. Saat menggunakan beberapa jack secara bersamaan, gunakan jack dengan model yang sama dan pertahankan sinkronisasi. Kapasitas masing-masing dongkrak harus tidak kurang dari 1,2 kali pembagian beban yang dihitung.

AKU AKU AKU. Kerekan Rantai (Ditarik Tangan):
1. Periksa dalam kondisi tanpa beban sebelum digunakan. Setelah memasang beban, tarik perlahan untuk pemeriksaan beban. Lanjutkan penggunaan hanya setelah memastikan pengoperasian yang benar.
2. Arah tarikan harus sejajar dengan roda rantai. Tarik secara merata. Jika sulit ditarik, selidiki penyebabnya; jangan memaksakannya dengan menambahkan lebih banyak orang.
3. Jika pengangkatan terhenti dalam waktu lama, kencangkan rantai tangan ke rantai beban pada sproket.

IV. Kerekan Tuas:
1. Gunakan tali kawat inti baja untuk kerekan tuas. Tali tidak boleh tertekuk atau tersambung.
2. Jangan mengoperasikan dengan memanjangkan pegangan tuas.
3. Jika kerekan tuas yang dimaksudkan untuk menarik beban digunakan untuk keranjang pengangkat personel, batas beban kerjanya harus dikurangi hingga sepertiga dari kapasitas terukur, dan harus dilengkapi dengan perangkat penjepit yang dapat mengunci sendiri.

V. Penggulung:
1. Penggulung harus ditambatkan dengan aman. Itu tidak boleh miring atau tidak tertancap di bawah beban. Tali pengangkat harus dililitkan pada drum setidaknya selama empat putaran. Selama pengoperasian, tugaskan orang yang berdedikasi untuk menjaga ketegangan pada tali ekor di belakang drum.
2. Penggulung harus dilengkapi dengan rem. Gunakan rem untuk mengunci tromol ketika penggulung dihentikan sementara, dan operator tidak boleh meninggalkan posnya.
3. Untuk menurunkan beban, kendalikan dengan memutar batang penekan ke arah sebaliknya. Jangan pernah melepaskan beban hanya dengan melepaskan tali ekornya.

VI. Instalasi Jangkar:
1. Jangkar dapat dipasang berdasarkan praktik empiris atau desain teknik. Tanah tempat jangkar dikubur tidak boleh tergenang air.
2. Jangkar kayu sebaiknya terbuat dari kayu padat seperti larch atau cemara. Kayu yang rapuh atau busuk dilarang. Sebelum dikubur, obati dengan bahan pengawet dan lindungi area pemasangan tali kawat dengan menggunakan pipa baja atau baja siku.
3. Jangkar kritis atau jangkar yang sudah ada harus diuji bebannya sebelum digunakan. Untuk meningkatkan faktor keamanan, metode seperti menambahkan pemberat (misalnya pemberat besi) di tanah dapat digunakan.

{/articlefind}
Berita